Minggu, 24 April 2016
Rabu, 06 Mei 2015
15.48.00
smpm19skr

Segenap Keluarga Besar
SMP Muhammadiyah 19 Kebalankulon-Sekaran-Lamongan
mengucapkan
"SELAMAT dan SUKSES MUKTAMAR MUHAMMADIYAH KE 47 DIMAKASSAR"
Yogyakarta- Panitia Pusat dan Wilayah Muktamar Muhammadiyah ke Empat Puluh Tujuh di Makassar bertekad mempercepat kerja-kerjanya dalam rangka mempersiapkan perhelatan terbesar Musyawarah Muhammadiyah Muktamar yang dilakukan sekali dalam lima tahun tersebut. Walaupun ada pengunduran jadwal Muktamar, tetapi tidak mengurangi kinerja panitia dalam segera mempersiapkan Muktamar yang pertama setelah 1 Abad berdirinya Muhammadiyah.
Hal tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Panitia Pusat Muktamar Iwan Setiawan saat dihubungi redaksi pagi ini, Rabu (10/9). Menurut Iwan, peserta Muktamar Muhammadiyah akan berjumlah tiga ribu orang, dan akan ditempatkan di gedung Iqra kompleks Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar yang saat ini masih delapan puluh persen pengerjaannya. Sedangkan untuk Muktamar 'Aisyiyah, peserta yang terdaftar mencapai seribu delapan ratus orang akan dipusatkan di Balai Prajurit TNI M.Yusuf (Manunggal) di tengah Kota Makassar. Sedangkan untuk expo atau pameran Muktamar, akan ditempatkan di Celebes Convention Center (CCC) Makassar yang terletak dipinggiran pantai Losari. Lebih lanjut Iwan menjelaskan, Muktamar Muhammadiyah akan diawali dengan Tanwir yang dilaksanakan pada tanggal 1-2 Agustus 2015, dan dilanjutkan Muktamar pada 3-7 Agustus 2015. “Khusus untuk Tanwir 'Aisyiyah, kita akan tempatkan di Hotel Sahid Jaya Makassar di tanggal yang sama dengan pelaksanaan Tanwir Muhammadiyah,” jelasnya. Khusus penggembira yang diperkirakan mencapai angka sepuluh ribu orang, Iwan yang juga wakil sekretari Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah ini memberikan gambaran, penginapan penggembira akan di tempatkan di rumah-rumah warga Muhammadiyah di tiap cabang Muhammadiyah se Makassar dan Gowa.
Sementara itu Ketua Panitia Muktamar Pusat, Zamroni berharap, pelaksanaan Muktamar yang pertama setelah Muktamar 1 Abad ini dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana, apalagi dengan banyaknya dukungan dari tokoh-tokoh Muhammadiyah di Sulawesi Selatan. Ditanya mengenai kesiapan gedung Unismuh yang belum selesai pembangunannya, Zamroni menegaskan bahwa gedung akan diselesaikan dalam kurun waktu 4 bulan ini, sehingga pada awal tahun diharapkan gedung yang diharapkan menampung seluruh peserta Muktamar tersebut sudah dapat digunakan untuk beraktivitas. (hy) (mac)
dikutip dari http://www.umm.ac.id/id/berita-muhammadiyah
Untuk mendapatkan informasi lihat web resmi terkait
LOKASI MUKATAMAR MUHAMMADIYAH KE 47 KLIK DISINI
PENGGEMBIRA MUKTAMAR KLIK DISINI
Selasa, 28 April 2015
17.42.00
smpm19skr
Pedoman Teknis ini merupakan pendamping Prosedur
Operasi Standar (POS) Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun Pelajaran
2014/2015 yang dikeluarkan oleh BSNP dengan penjelasan tambahan tentang
hal-hal yang belum diatur dalam POS. Dengan Domnis ini, diharapkan
penyelenggaraan UN dan U S/M tahun ini menjadi lebih efektif, efisien, dan
lancar.
Senin, 02 Maret 2015
17.57.00
smpm19skr
Biaya belanja pornografi sepanjang 2014 mencapai Rp 50
triliun.
Mudahnya
konten pornografi menyebar di kalangan masyarakat beberapa tahun belakangan di
Indonesia berdampak langsung terhadap maraknya tindakan kekerasan seksual
kepada perempuan dan anak di bawah umur.
Pemerintah
diminta membuat gebrakan dan terobosan yang komprehensif, salah satunya
membentuk polisi siber dengan menggandeng masyarakat. Ini karena penyebaran
konten pornografi paling masif via intenet dan telepon seluler (ponsel).
Anggota
DPD RI Fahira Idris mengatakan dari semua kasus kekerasan seksual, lebih 45
persen adalah pelecehan seksual dan perkosaan terhadap anak termasuk, sodomi.
Bahkan beberapa pelaku masih anak-anak. Kebanyakan motif mereka melakukan
kekerasan seksual karena terpengaruh konten pornografi yang pernah mereka lihat
terutama lewat internet dan ponsel.
“Ini
sudah darurat. Perempuan dan anak paling banyak menderita akibat begitu
mudahnya konten pornografi didapat di negeri ini. Pemerintah saya lihat belum
ada gregetnya. Saatnya kita punya polisi siber,” ujar Fahira yang juga Wakil
Ketua Komite III DPD dalam rilis yang diterima //Republika//, Rabu (11/2).
Menurut
Fahira, penyebaran konten pornografi bisa dicegah jika pemerintah
menggandeng pengguna internet untuk bergerak bersama-sama memberantas
konten atau situs porno sampai ke akar-akarnya. Keterlibatan masyarakat penting
karena konten porno seperti jamur di musim hujan yang akan terus muncul.
“Pemerintah gandeng masyarakat, jadikan mereka polisi-polisi siber untuk memantau dan melaporkan jika ditemukan konten atau situs porno. Saya rasa kalau paradigmanya perlindungan anak dan perempuan, masyarakat akan sukarela membantu,” ujar Ketua Yayasan Anak Bangsa Berdaya dan Mandiri ini.
“Pemerintah gandeng masyarakat, jadikan mereka polisi-polisi siber untuk memantau dan melaporkan jika ditemukan konten atau situs porno. Saya rasa kalau paradigmanya perlindungan anak dan perempuan, masyarakat akan sukarela membantu,” ujar Ketua Yayasan Anak Bangsa Berdaya dan Mandiri ini.
Di
satu sisi, kepolisian juga harus bertindak cepat jika menemukan atau
menidaklanjuti laporan masyarakat terkait konten porno. Fahira menganggap
polisi mempunyai sumber daya yang mumpuni untuk melakukannya.
Selain
itu, terobosan lain yang patut dilakukan adalah sanksi yang tegas, baik hukum
maupun sosial bagi semua pihak yang terkait dalam konten porno.
“Mereka
harus dihukum maksimal karena menjadi biang kejahatan seksual yang merusak masa
depan akan-anak kita,” kata Fahira.
Fahira
menyarankan pemberantasan pornografi juga harus jadi gerakan nasional sama
halnya dengan korupsi.
Menteri
Sosial Khofifah Indar Parawansa menyebut Indonesia sudah masuk darurat
pornografi. Khofifah menerangkan biaya belanja pornografi sepanjang 2014
mencapai Rp 50 triliun.
diambil dari berbagai sumber
diambil dari berbagai sumber
17.41.00
smpm19skr
Sun,
03/01/2015 - 13:10
Bandung. Kemendikbud --- Mendikbud Anies Baswedan menyinggung
tentang maraknya berita kekerasan oleh dan terhadap anak pada akhir-akhir ini.
“Ada berbagai kemungkinan faktor penyebab kecenderungan kekerasan oleh anak
yang perlu diteliti besar pengaruhnya. Kita perlu melihat secara utuh
faktor-faktor yang ada di sekolah, keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Ia memberi contoh
tentang kerentanan anak dalam masa perkembangan dalam membedakan yang maya dan
nyata, serta sinetron dan video game bagi dewasa sebagai contoh kemungkinan faktor
yang mempengaruhi pengambilan keputusan sebagian anak-anak.
Mendikbud juga
menjelaskan video game yang tepat dapat memberikan dampak positif pada anak,
bahkan dapat dirancang khusus sebagai media pembelajaran yang efektif bagi
perkembangan kognitif, motorik maupun sosial-emosional. Dengan program
pendidikan yang baik, anak juga dapat dilatih dari sekadar pengkonsumsi video
game menjadi mampu mengembangkan dan berkreasi secara digital.
Namun tidak bisa
dipungkiri juga bahwa tidak semua video game memiliki karakteristik yang cocok
untuk dimainkan oleh anak semua umur. Mendikbud kemudian mengingatkan
bahwa atas alasan-alasan inilah media yang dikonsumsi anak, termasuk video
game, memiliki sistem rating yang memberi peringatan pembelinya tentang kecocokan
konten untuk dimainkan anak usia tertentu. Di Amerika Serikat misalnya,
terdapat sistem Entertainment Software Rating Board.
Dalam sistem ESRB,
terdapat enam kategori rating, yaitu: Early
Childhood (cocok untuk anak usia dini), Everyone (untuk semua umur),Everyone 10+ (untuk usia 10 tahun ke atas), Teen (untuk usia 13 tahun ke atas), Mature (untuk usia 17 tahun ke atas) dan Adults Only (untuk dewasa), serta satu kategori
antara Rating Pending. Deskripsi konten dalam ESRB pun beraneka, mulai dari Blood and Gore,Intense Violence, Nudity, Sexual Content, sampai Use of Drugs. Di kotak video game biasanya terdapat pengkategorian
seperti ini, semisal "Mature 17+: Blood and Gore, Sexual
Theme, Strong Language”.
Mendikbud menjelaskan
bahwa permasalahan video game di Indonesia adalah peredarannya yang masif dan
begitu mudah diakses oleh anak dan remaja yang memainkannya tanpa memperhatikan
kategori rating. Klasifikasi ini menjadi sangat penting karena prinsipnya
berbagai pihak di sekeliling anak wajib bertanggung jawab terhadap anak yang
termasuk kelompok rentan terhadap berbagai pengaruh teknologi. Sebagian
orangtua pun amat awam terhadap model/rating video game dan tidak menyadari
bahwa tidak semua video game cocok untuk anak semua umur, sehingga terlewat mengawasi
anak-anaknya dalam memilih dan bermain video game.
Ia berharap orangtua
menyadari tentang pengkategorian video game ini, serta membimbing dan terlibat
bersama anak-anaknya memilih video game yang cocok bagi mereka. Tujuannya agar
pada akhirnya anak memiliki media literasi, kemampuan untuk melek media,
memahami alat dan konten yang mereka gunakan dan mampu memilih yang tepat dan
berpengaruh positif.
Penggunaan video game
yang baik mampu menghibur tanpa berisiko memberikan dampak buruk, dimainkan dalam
porsi yang pas dan seimbang dengan berbagai alternatif kegiatan lain. Orang tua
juga perlu mahir dalam memanfaatkan video game sebagai salah satu media
pembelajaran sesuai minat dan kebutuhan anak. Mendikbud juga mendorong para
pecinta game yang telah memahami sistem rating dalam game untuk membantu
menyebarkannya kepada para orangtua dan guru.
Sumber resmi: http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/berita/3873
Rabu, 25 Februari 2015
18.45.00
smpm19skr
Jakarta, Kemendikbud --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Kepala Pusat
Penilaian Pendidikan, Nizam menegaskan bahwa soal ujian nasional (UN) tahun ini
masih menggunakan model pilihan ganda. Penegasan ini dilakukan untuk
mengklarifikasi pemberitaan di media massa yang menyebut bahwa soal UN tahun
ini berbentuk esai.
“Saya mendapat telepon dan SMS dari kepala sekolah, guru, orang tua yang
kaget setelah membaca berita bahwa UN 2015 tidak lagi pilihan ganda.
Mereka bingung. Jadi saya ingin menyampaikan bahwa UN tahun ini, bentuk-bentuk
soalnya masih sama dengan UN tahun-tahun sebelumnya, yaitu pilihan ganda, baik
ujian yang berbasis kertas maupun komputer,” kata Nizam dalam jumpa pers di
Jakarta, Kamis (29/1).
Ia menjelaskan, ke depan bentuk soal UN memang memungkinkan tidak hanya
pilihan ganda, tetapi bisa lebih beragam. Namun kondisi ini hanya dapat
dilakukan jika ujian yang diselenggarakan negara tersebut seluruhnya telah
berbasis komputer (computer based test/CBT). “Jika menggunakan model
(CBT) ini, maka bentuk soal bisa beragam, tidak hanya pilihan ganda, tetapi
bisa juga, misalnya dalam bentuk mini esai, mengisi jawaban langsung,
menjodohkan, memutar-mutar kalimat, dan lain-lain. Tapi ini masa depan. Tidak
ada salahnya masa depan ini disampaikan, karena ini positif,” ungkap Nizam.
Dalam kesempatan yang sama, Nizam juga menyampaikan perkembangan persiapan
UN. Ia mengatakan, bahwa seluruh persiapan UN masih sesuai dengan jadwal yang
telah ditetapkan. Saat ini proses pelelangan pencetakan naskah soal telah
selesai dan telah terpilih sekitar 15 perusahaan percetakan yang akan segera
diumumkan.
“Sekarang juga tengah dipersiapkan lelang untuk materi ujian bahasa inggris
bagianlistening comprehension test berupa penggandaan CD. Selain
itu, persiapan yang tengah dilakukan adalah cetakan bahan UN untuk siswa
berkebutuhan khusus, sehingga semua anak-anak bisa terlayani dengan baik sesuai
dengan kondisinya,” jelas Nizam. (Ratih Anbarini)
Selasa, 24 Februari 2015
18.22.00
smpm19skr
UN: Hak Siswa, Kewajiban Negara
Jakarta, Kemendikbud --- Ujian Nasional (UN) mulai tahun 2015 tidak lagi menjadi penentu kelulusan. Kelulusan siswa ditentukan sepenuhnya oleh sekolah. Pada sisi lainnya UN yang setiap tahun diselenggarakan Pemerintah, sebagai bagian dari evaluasi proses pembelajaran pada akhir masa studi jenjang pendidikan tertentu, pada dasarnya merupakan kewajiban negara sebagai bagian dari pelayanan pendidikan. Hal ini seperti tertuang dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Dari sisi peserta didik, UN merupakan hak untuk dapat mengetahui capaian kompetensinya setelah menjalani proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu. Selain itu hasil UN juga diperlukan, di antaranya untuk melakukan pembinaan sekolah dan guru, perencanaan peningkatan mutu pendidikan di suatu wilayah, dan sebagai salah satu instrumen seleksi masuk ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk perguruan tinggi di luar negeri.
Pentingnya UN dan pemanfaatan hasilnya menuntut pemerintah untuk terus memperbaiki pelaksanaan UN. Tujuannya agar seluruh pihak yang masuk dalam komunitas pendidikan merasakan juga manfaat dan pentingnya UN bagi siswa, guru, dan sekolah. Siswa diharapkan menjadi pembelajar sejati, sementara guru, sekolah, dan masyarakat menjadi semakin sadar terhadap mutu pendidikan.
Tahun ini pelaksanaan UN mengalami upaya penyempurnaan. UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan siswa. Kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh satuan pendidikan. PP Nomor 19 tahun 2005 jo PP Nomor 32 tahun 2013 yang mengatur hal ini direvisi. Tujuan UN sepenuhnya untuk menilai pencapaian standar kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu secara nasional. Dan hasilnya digunakan untuk pemetaan mutu, dasar seleksi masuk jenjang pendidikan selanjutnya, dan pembinaan.
Siswa juga tidak sekadar menerima hasil lulus atau tidaknya melalui selembar kertas atau pesan singkat. Sebaliknya, siswa mendapat Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) yang dilengkapi dengan lampiran berupa nilai setiap mata pelajaran yang diujikan, termasuk keterangan tentang materi apa yang masih kurang atau sudah cukup baik untuk setiap mata pelajaran. SKHUN ini diberikan untuk memenuhi hak siswa mengetahui capaian kompetensinya terhadap mata pelajaran yang diujikan.
Setelah mendapat SKHUN, siswa yang mendapat hasil tidak memuaskan dapat mengulang UN pada tahun berikutnya. Bahkan mulai tahun 2016, UN diselenggarakan pada awal semester terakhir, sehingga siswa yang mendapatkan nilai di bawah standar untuk mata pelajaran tertentu bisa mengulang di semester yang sama, tanpa harus menunggu tahun berikutnya. Pengulangan dilakukan hanya pada mata pelajaran yang mendapat nilai tidak memuaskan. Dengan kebijakan ini, siswa diharapkan terpacu memperbaiki kemampuan diri terhadap mata pelajaran tertentu dan mendapat hasil maksimal terhadap pencapaian standar nasional. (Ratih Anbarini)
Di ambl dari website resmi kemendikbud,(http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/node/3745)
Minggu, 22 Februari 2015
18.13.00
smpm19skr
Kepanduan
Hizbul Wathan Merupakan organisasi otonom Persyarikatan Muhammadiyah yang
bergerak dalam bidang pendidikan kepanduan putra maupun putri, merupakan
gerakan Islam dan dakwah amar makruf nahi munkar, berakidah Islam dan
bersumberkan Al-Qur'an dan As-Sunnah. dengan tujuan untuk mewujudkan
masyarakat utama, adil dan makmur yang diridlai Allah dengan jalan menegakkan
dan menjunjung tinggi Agama Islam lewat jalur pendidikan kepanduan
|
TIM PUTRI HlZBUL WATHAN
SMP Muhammadiyah 19 Kebalankulon-Sekaran-Lamongan
|
SEJARAH HIZBUL WATHON
Bermula dari perjalanan dakwah yang dilakukan
Kiai Ahmad Dahlan ke Surakarta pada tahun 1920, berdirinya Hizbut Wathan
merupakan inovasi terbuka dan kreatif untuk membina anak- anak muda dalam
keagamaan dan pendidikan mereka. Ketika melewati alun-alun Mangkunegaran, Kiai
Dahlan melihat anak-anak muda berseragam ( para anggota Javaannsche Padvinder
Organisatie ), berbaris rapi, dan metakukan berbagai kegiatan yang menarik.
Mereka kelihatan tegap dan disiplin. Sekembalinya di Yogyakarta, Kiai Dahlan
memangit beberapa guru Muhammadiyah untuk membahas metodologi baru dalam
pembinaan anak-anak muda Muhammadiyah, baik di sekolah-sekolahmaupun di
masyarakat umum. Kiai Dahlan mengungkapkan bahwa alangkah baiknya kalau
Muhammadiyah mendirikan padvinder untuk mendidik anak-anak mudanya agar
memiliki badan yang sehat serta jiwa yang luhur untuk mengabdi kepada Allah.
Metode padvinder diambil
sebagai metode pendidikan anak muda Muhammadiyah di luar sekolah. Hal ini
sangat bermanfaat bagi metode pendidikan dan dakwah yang dilakukan
Muhammadiyah, yang semuanya merupakan tindakan strategis yang sangat erat
dengan masa depan Islam, pembaharuan masyarakat dan bangsa, serta kecepatan
penyebaran gagasan-gagasan pembaharuan dan da'wah Islam.
Gagasan Kiai A. Dahlan
tersebut kemudian dikembangkan lagi, setelah diadakan pembahasan oleh beberapa
orang yang dipelopori oleh Soemodirdjo, dengan mendirikan Padvinder
Muhammadiyah yang terbentuk pada tahun 1921 (Almanak Muhammadiyah, 1924: 49,
lihat juga Almanak 1357 H: 226-227) yang diberi nama nama Hizbut Wathan. Namun
ada pendapat lain yang mengemukakan bahwa Hizbut Wathan berdiri pada tahun
1919.
Aktivitas-aktivitas
kepanduan di lingkungan Muhammadiyah segera dimulai. Syarbini, seorang bekas
anggota militer Belanda dan bekas order office, mengadakan latihan berbaris dan
berolahraga setiap hari Ahad sore di halaman Sekolah Muhammadiyah Suronatan.
Kian hari kian bertambah pengikutnya, tidak lagi terbatas pada guru saja, juga
banyak para pemuda Kauman yang ikut berlatih. Yang sangat menarik perhatian
masyarakat ialah adanya barisan Padvinder Muhammadiyah yang tegap, disiplin,
dan rapi, yang merupakan hal yang sangat menarik bagi masyarakat saat itu.
Semboyan Hizbut Wathan pada
waktu itu ialah setia kepada util amri; sungguh berhajat akan menjadi orang
utama; tahu akan sopan santun dan tidak akan membesarkan diri; boleh dipercaya;
bermuka manis; hemat dan cermat; penyayang; suka pada sekalian kerukunan;
tangkas, pemberani, tahan, serta terpercaya; kuat pikiran menerjang segata
kebenaran; ringan menolong dan rajin akan
kewajiban;
menetapi akan undang-undang Hizbul Wathan (Almanak Muham-madiyah, 1924: 50).
Dari semboyan (kewajiban) Hizbut Wathan ini dapat diketahui semangat, cita-cita
dan karakter yangakan itanamkan pada setiap anggota pandu Hizbut
Wathan. Semboyan itu kemudian menjadi Undang- Undang Hizbul Wathan, dan selalu
diucapkan pada setiap latihan dan upacara, sehingga meresap dalam kesadaran
setiap anggota Hizbut Wathan, yang pada akhirnya akan membentuk karakter
dan kepribadian setiap anggota pandu Hizbut Wathan.
Pada perkembangan selanjutnya, Hizbul
Wathan banyak mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat umum dan kepanduan
lain. Di Solo, Hizbut Wathan mendapat tanggapan hangat dari Javaannsche
Padvinder Organisatie. H izbut Wathan juga banyak terlibat dalam berbagai
aktivitas di masyarakat umum, sehingga Hizbut Wathan akhirnya cepat dikenal di
tengah masyarakat.
Dalam berbagai moment, seperti
penghormatan atas pengiringan Sultan Hamengkubuwono Vll yang pindah dari
Keraton ke Amburukmo, Hizbut Wathan banyak mengambil peran dalam prosesi
tersebut. Dalam setiap kongres yang diselenggarakan Muhammadiyah dan Aisiyah,
Hizbut Wathan selalu siap untuk membantu menyelenggarakan, menjaga keamanan,
menyemarakkan dengan barisan tambur dan terompetnya. Demikian pula di setiap
hari besar Islam dan hari besar nasional, Hizbut Wathan selalu tampil dalam
barisan 'elite' yang dengan gagah dan tegap berada di tengah-tengah barisan
organisasi kemasyarakatan yang lain. Juga, tidak jarang Hizbut Wathan tampil
dalam berbagai upacara jumenengan Sri Sultan Hamengkubuono Vill. Di
situ Hizbut Wathan tampil dengan barisan tambur dan terompetnya yang dipimpin
langsung oleh KHA.Dahlan.
Hizbut Wathan juga sering tampil senciri
dengan acara dan kegiatan yang menarik dan menjadi perhatian masyarakat. Pada
giliranya banyak warga masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi mudanya
tertarik untuk menjadi anggota Hizbul Wathan. Tidak sedikit dengan golongan
yang dulu tidak senang dengan Muhammadiyah tertari kepada Hizbut Wathan-nya,
bahkan dari kalangan kaum'abangan' pun tidak sedikit yang memasukan
anak-anaknya kedalam pandu Hizbut Wathan.Pesatnya kemajuan Hizbut Wathan
rupanya mendapat perhatian pihak NIPV, yaitu perkumpulan padvinder Hindia
Belanda yang merupakan cabang dari padvinderij di negeri Belanda (NPV). Pada
saat itu, gerakan padvinderij Hindia Belanda (Indonesia) yang dapat pengakuan
internasional adalah yang bergabung dalam NIPV tersebut yang merupakan
perwakilan NPV. Pimpinan NIPV datang ke Yogyakarta untuk mengajak Hizbut Wathan
bergabung ke dalam organisasi NIPV. Usaha-usaha Comissaris NIPVReneff) tiada
hentinya untuk mengajak Hizbut Wathan menjadi anggota NIPV, sehingga ketika
Kongres Muhammadiyah tahun 1926 di Surabaya, mereka mengambil inisiatif mengikuti
Hizbut Wathan dalam Kongres Muhammadiyah dari awal sampai akhir. Pertemuan
dilanjutkan lagi di Yogyakarta oleh wakil NIPV untuk mengajak Hizbut Wathan
masuk kedalam organisasi NIPV, tetapi Hizbul Wathan tetap ingin mempertahankan
kedaulatannya, tidak mau menerima tawaran dari Reneff (wakil NIPV)
tersebut, arena Hizbul Wathan mempunyai prinsip-prinsip tersendiri.
Kepanduan HW dalam perjalanan
sejarahnya telah menjadi wadah pendidikan bagi generasi muda muhammadiyah yang
berhasil, sekaligus menjadi sarana da'wah yang ampuh. Banyak anak- anak muda
yang tertarik memasuki kepanduan Hizbul Wathan. Mereka merasakan banyak
mendapatkan manfaat dan keuntungan menjadi pandu Hizbul Wathan. Tidak sedikit
pemuda- pemuda anggota pandu Hizbut Wathan menjadi orang yang percaya diri dan
memiliki keperibadian yang baik (memiliki akhlak utama, luhur budi pekertinya,
beriman serta bertaqwa kepada Allah) serta menjadi warga masyarakat yang
berguna.
Kepanduan Hizbut Wathan melahirkan
orang- orang yang kemudian tidak hanya menjadi tokoh Muhammadiyah, tetapi juga
menjadi tokoh nasional, seperti Soedirman (Panglima Besar TNI/Bapak TNI),
Soedirman Bojonegoro (Mantan Pangdam Brawijaya), Syarbini (Mantan Pangdam
Diponogoro/Menteri Veteran), M. Amien Rais (Ketua MPR), Soeharto (mantan
Presiden RI II), Daryadmo (Mantan Ketua MPR), Feisal Tanjung (mantan Menko
Polkam), Hari Sabarno (Wakil Ketua MPR), dan lain-lain.
Pertumbuhan Muhammadiyah di masa awal
tidak dapat dilepaskan dari peranan HW yang selalu menjadi pelopor dalam setiap
perintisan berdirinya Cabang dan Ranting Muhammadiyah. Sebelum Muhammadiyah
berdiri di suatu daerah, biasanya lebih dahulu telah berdiri HW. Oleh karena
itu, dari HW ini kemudian lahir pemimpin, da'i, dan mubaligh yang ulet, percaya
diri, dan disiplin, serta mereka menjadi penggerak Muhammadiyah. Hizbut Wathan
diakui sebagai wadah untuk mendidik generasi muda menjadi generasi muda yang
disiplin, jujur, berani,mandiri, dan terampil dan berjiwa perwira sebagaimana
ditanamkan datam kesadaran setiap anggota Hizbut Wathan metalui perjanjian
Hizbul Wathan dan Undang-undang Hizbul Wathan.
Perjalanan Hizbut Wathan terpotong oleh
rasionalisasi yang dilakukan pemerintah pada tahun 1960 bahwa seluruh
organisasi kepanduan harus melebur ke dalam pramuka. Dengan demikian, perjalanan
sejarah pandu Hizbul Wathan menjadi terhenti. Geliat untuk bangkit kembali
muncul setelah datangnya gelombang reformasi, yaitu keinginan untuk metahirkan
kembali gerakan kepanduan Hizbul Wathan. Pada Sidang Tanwir Muhammadiyah di
Bandung pada tahun 2000 akhirnya diputuskan bahwa gerakan kepanduan Hizbut
Wathan dilahirkan kembali sebagai organisasi otonom di lingkungan Muhammadiyah.
PRINSIP DASAR ORGANISASI
Kepanduan Hizbul Wathan adalah
organisasi otonom Persyarikatan Muhammadiyah yang bergerak dalam bidang
pendidikan kepanduan putra maupun putri, merupakan gerakan Islam dan dakwah
amar makruf nahi munkar, berakidah Islam dan bersumberkan Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Organisasi ini didirikan dengan tujuan untuk mewujudkan masyarakat utama, adil
dan makmur yang diridlai Allah dengan jalan menegakkan dan menjunjung tinggi
Agama Islam lewat jalur pendidikan kepanduan.
Pencapaian
maksud dan tujuan HW dilakukan dengan upaya-upaya sebagai berikut:
1.Melalui
jalur kepanduan ingin meningkatkan pendidikan angkatan muda putra ataupun putri
menurut ajaran Islam.
2.Mendidik
angkatan muda putra dan putri agar menjadi manusia muslim yang berakhlak mulia,
berbudi luhur sehat jasmani dan rohani.
3.Mendidik
angkatan muda putra dan putrid menjadi generasi yang taat beragama,
berorganisasi, cerdas dan trampil.
4.Mendidik
generasi muda putra dan putri gemar beramal, amar makruf nahi munkar dan
berlomba dalam kebajikan.
5.
Meningkatkan dan memajukan pendidikan dan pengajaran, kebudayaan serta
memperluas ilmu pengetahuan sesuai dengan ajaran agama Islam.
6.Membentuk
karakter dan kepribadian sehingga diharapkan menjadi kader pimpinan dan
pelangsung amal usaha Muhammadiyah.
7.
Memantapkan persatuan dan kesatuan serta penanaman rasa demokrasi serta ukhuwah
sehingga berguna bagi agama, nusa dan bangsa.
8.Melaksanakan
kegiatan lain yang sesuai dengan tujuan organisasi.
Minggu, 15 Februari 2015
17.28.00
smpm19skr
Kali ini blog smp muhammadiyah 19 sekaran akan
mengulas tentang peranan penting
sosok guru yang pernah mengajar kita mulai
dari dasar sampai pendidikan terakhir,
mengapa penting?
sebab mereka pasti ikut peran atas
keberhasilan dan
kesuksesan yang kita raih saat ini.
“Kesuksesan Kita, Kebanggaan guru”
Tidak boleh kita pungkiri, bahwa saat ini diantara kita
telah mencapai keberhasilan dan bahkan sedang pada puncak keberhasilan dan
karir yang membanggakan diberbagai bidang yang kita tekuni saat ini, mulai
meraih prestasi bagi kita yang masih aktif menjadi sisiwa ataupun mahasisiwa,
yang sukses atas karir dan jabatannya, yang sukses atas wirausahanya, yang
suskses menjadi bapak dan ibu pada rumah tangganya dan sebagainya, itu semua
pasti sedikit banyak ada peran seorang yang telah mengenalkan pada kita baca
tulis, hitung dan lainnya, siapakah dia tidak lain adalah guru
kita.
Diantara kita terkadang muncul. kesombongan diri bahwa apa
yang kita raih saat ini adalah hasil susah payah yang telah kita usahakan,
terkadang kita angkuh dan sama sekali tidak mengingat peran seorang guru,
kita juga menganggap bahwa kita sukses dan berprestasi bukan karena sekolah
itu dan bukan karena guru itu tapi karena kemampuanku sendiri. terkadang kita
juga lupa diri ketika prestasi demi prestasi yang saat ini kita raih saat ini
sama sekali tidak ada peran dari tempat pendidikan mulai dari tingkat dasar,
yakni TK,MI/SD,SMP/MTs dan seterusnya. Biasanya yang kita ingat bahwayang
berperan hanya pendidikan terakhir kita, misal saat ini kita berprestasi
dijenjang perkuliahan kita hanya ingat bahwa yang menjadikan saya bisa
seperti ini hanyalah sekolah Tingkat atas, bukan TK,MI/SD,SMP/MTs melainkan
sekolah terakhir sebelum kita kuliah.
Hal Ini sangat ironis mengingat kita secara
tidak langsung kita menafikan dan menganggap tidak ada peran guru-guru yang lain
selain sekolah tertentu, padahal kita bisa naik kejenjang pendidikan keatas
pasti ada peran pendidik pada jenjang dibawahnya dan diantara mereka pasti
ada yang ikut berperan atas keberhasilan kita lebih-lebih guru TK saat kita
masih baru mengenali huruf. Mungkin dari sini saja hati
kita mulai tergugah dan sadar, bahwa ternyat apa ang kita bisa saat ini
merupakan mata rantai dari sebuah peran dari seorang guru tanpa membedakan
dan mengecualikan guru dan jenjang pendiidkan kita masa lalu, semuanya pasti
punya ansil atas keberhasilan kita disamping jerih payah orang tua dan
kesungguhan kita sendiri, mudah-mudahan tulisan singkat ini menjadikan kita
untuk kembali memuliakan guru.
Diakhir tulisan ini kita simak pesan
menteri pendiidkan meminta masyarakat untuk mulai kembali memuliakan
guru.
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri
Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Anies Baswedan mengingatkan pentingnya peran
guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Anies tidak setuju jika guru
disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Menurut Anies, jasa guru
terus melekat pada diri setiap warga negara yang pernah
dididiknya. "Kita semua tahu bahwa kita semua yang ada di sini
membawa jasa guru. Saya tidak setuju guru disebut pahlawan tanpa tanda jasa
karena setiap hari kita membawa tanda (jasa) itu," kata Anies di
Jakarta, Sabtu (22/11/2014) dalam acara bertajuk "Indonesia WOW,
Provinsi WOW".
Hadir pula dalam acara itu, Menteri
Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Menjelang peringatan hari
guru yang jatuh pada 25 November mendatang, Anies meminta masyarakat untuk
mulai kembali memuliakan guru.
Anies meminta masyarakat untuk kembali
mendatangi gurunya pada hari guru lalu mengucapkan terimakasih kepada para
guru atas jasa-jasa mereka.
"Datangi gurumu, cium tangannya, dan
tanya bagaimana kabarnya. Banyak yang belum berubah kondisinya sementara kita
sudah berubah luar biasa," tutur Anies.
Dia juga menyampaikan bahwa guru adalah
pekerjaan yang mulia di Indonesia. Untuk menciptakan sumber daya manusia yang
hebat, kata dia, diperlukan pula guru-guru yang hebat. Anies pun berjanji
pihaknya akan meningkatkan kesejahteraan guru.
"Saya ingin 'Indonesia Wow' ke
depannya. Anak-anak kita siapkan sebagai anak-anak yang hebat, guru-gurunya
hebat. Jika gurunya hebat, anaknya juga hebat," tandasnya.
Lebih lengkap dan jelas klik disini
|
Sabtu, 14 Februari 2015
19.42.00
smpm19skr
Lisan merupakan salah satu nikmat Allah yang diberikan kepada kita. Lisan merupakan anggota badan manusia yang cukup kecil jika dibandingkan anggota badan yang lain. Akan tetapi, ia dapat menyebabkan pemiliknya ditetapkan sebagai penduduk surga atau bahkan dapat menyebabkan pemiliknya dilemparkan ke dalam api neraka.
Oleh karena itu, sudah sepantasnya setiap muslim memperhatikan apa yang dikatakan oleh lisannya, karena bisa jadi seseorang menganggap suatu perkataan hanyalah kata-kata yang ringan dan sepele namun ternyata hal itu merupakan sesuatu yang mendatangkan murka Allah Ta’ala. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
إن العبد ليتكلم بالكلمة من رضوان الله , لا يلقي لها بالا , يرفعه الله بها درجات , و إن العبد ليتكلم بالكلمة من سخط الله , لا يلقي لها بالا يهوي بها في جهنم
“Sungguh seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan keridhoan Allah, namun dia menganggapnya ringan, karena sebab perkataan tersebut Allah meninggikan derajatnya. Dan sungguh seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang mendatangkan kemurkaan Allah, namun dia menganggapnya ringan, dan karena sebab perkataan tersebut dia dilemparkan ke dalam api neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Wajibnya Menjaga Lisan
Allah Ta’ala berfirman:
وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra: 36)
Qotadah menjelaskan ayat di atas, “Janganlah kamu katakan ‘Aku melihat’ padahal kamu tidak melihat, jangan pula katakan ‘Aku mendengar’ sedang kamu tidak mendengar, dan jangan katakan ‘Aku tahu’ sedang kamu tidak mengetahui, karena sesungguhnya Allah akan meminta pertanggung-jawaban atas semua hal tersebut.”
Ibnu katsir menjelaskan makna ayat di atas adalah sebagai larangan untuk berkata-kata tanpa ilmu. (Tafsir Ibnu Katsir)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda:
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka katakanlah perkataan yang baik atau jika tidak maka diamlah.”(Muttafaqun ‘alaihi)
Imam Asy-Syafi’i menjelaskan makna hadits di atas adalah, “Jika engkau hendak berkata maka berfikirlah terlebih dahulu, jika yang nampak adalah kebaikan maka ucapkanlah perkataan tersebut, namun jika yang nampak adalah keburukan atau bahkan engkau ragu-ragu maka tahanlah dirimu (dari mengucapkan perkataan tersebut).” (Asy-Syarhul Kabir ‘alal Arba’in An-Nawawiyyah)
Ciri Muslim yang Baik
Termasuk tanda baiknya keislaman seseorang adalah dia mampu meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat baginya.
Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ
“Di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah ia meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat baginya.”
Oleh karena itu, termasuk di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah ia menjaga lisannya dan meninggalkan perkataan-perkataan yang tidak mendatangkan manfaat bagi dirinya atau bahkan perkataan yang dapat mendatangkan bahaya bagi dirinya.
Bahaya Tidak Menjaga Lisan
Salah satu bahaya tidak menjaga lisan adalah menyebabkan pelakunya dimasukkan ke dalam api neraka meskipun itu hanyalah perkataan yang dianggap sepele oleh pelakunya. Sebagaimana hal ini banyak dijelaskan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam salah satunya adalah hadits yang telah disebutkan di atas.
Atau dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari sahabat Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ketika beliau bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amalan yang dapat memasukkannya ke dalam surga dan menjauhkannya dari neraka, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan tentang rukun iman dan beberapa pintu-pintu kebaikan, kemudian berkata kepadanya: “Maukah kujelaskan kepadamu tentang hal yang menjaga itu semua?” kemudian beliau memegang lisannya dan berkata: “Jagalah ini” maka aku (Mu’adz) tanyakan: “Wahai Nabi Allah, apakah kita akan disiksa dengan sebab perkataan kita?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:“Semoga ibumu kehilanganmu! (sebuah ungkapan agar perkataan selanjutnya diperhatikan). Tidaklah manusia tersungkur di neraka di atas wajah mereka atau di atas hidung mereka melainkan dengan sebab lisan mereka.” (HR. At-Tirmidzi)
Imam Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata mengenai makna hadits di atas, “Secara dzahir hadits Mu’adz tersebut menunjukkan bahwa perkara yang paling banyak menyebabkan seseorang masuk neraka adalah karena sebab perkataan yang keluar dari lisan mereka. Termasuk maksiat dalam hal perkataan adalah perkataan yang mengandung kesyirikan, dan syirik itu sendiri merupakan dosa yang paling besar di sisi Allah Ta’ala. Termasuk maksiat lisan pula, seseorang berkata tentang Allah tanpa dasar ilmu, ini merupakan perkara yang mendekati dosa syirik. Termasuk di dalamnya pula persaksian palsu, sihir, menuduh berzina (terhadap wanita baik-baik) dan hal-hal lain yang merupakan bagian dari dosa besar maupun dosa kecil seperti perkataan dusta, ghibah dan namimah. Dan segala bentuk perbuatan maksiat pada umumnya tidaklah lepas dari perkataan-perkataan yang mengantarkan pada terwujudnya (perbuatan maksiat tersebut). (Jami’ul Ulum wal Hikaam)
Buah menjaga lisan
Buah menjaga lisan adalah surga. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
من يضمن لي ما بين لحييه وما بين رجليه أضمن له الجنة
“Barangsiapa yang mampu menjamin untukku apa yang ada di antara kedua rahangnya (lisan) dan apa yang ada di antara kedua kakinya (kemaluan) aku akan menjamin baginya surga.” (HR. Bukhari)
Oleh karena itu wajib bagi setiap muslim untuk menjaga lisan dan kemaluannya dari perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah, dalam rangka untuk mencari keridhaan-Nya dan mengharap balasan berupa pahala dari-Nya. Semua ini adalah perkara yang mudah bagi orang-orang yang dimudahkan oleh Allah Ta’ala. (Kitaabul Adab)
Penutup
Ketika kita telah mengetahui bahaya yang timbul akibat tidak menjaga lisan, dan kita pun telah mengetahui bagaimana manisnya buah menjaga lisan, sudah sepantasnya kita selalu berfikir sebelum kita mengucapkan suatu perkataan. Apakah kiranya perkataan tersebut akan mendatangkan keridhaan Allah Ta’ala atau bahkan sebaliknya ia akan mendatangkan kemurkaan Allah Ta’ala. Cukuplah kita selalu mengingat firman AllahTa’ala (artinya):
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
“Tiada suatu ucapan yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Qaaf: 18).
Juga firman Allah Ta’ala (artinya):
وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا
“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra: 36)
Semoga Allah Ta’ala senantiasa meluruskan lisan-lisan kita, memperbaiki amalan-amalan kita dan memberikan kita taufik untuk mengamalkan perkara yang Dia cinta dan Dia ridhai.
***
Muslimah.Or.Id
Penulis: Ummu Zaid Wakhidatul Latifah
Murajaah: Ustadz Ammi Nur Baits
Referensi:
- Asy-Syarhul Kabir ‘alal Arba’in An-Nawawiyyah, Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin dll, Maktabah Al Islamiyyah, Kairo
- Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, Imam Ibnu Rajab Al Hambali, Muassasah Ar-Risalah, Beirut
- Kitabul Adab, Fuad bin ‘Abdul aziz Asy-Syalhub, Daarul Qasim, Riyadh
- Nashihatii lin-Nisaa’, Ummu Abdillah Al Wadi’iyyah, Daarul Atsar, Shan’a
- Tafsir Ibnu Katsir, Abul Fida’ Isma’il bin ‘Umar bin Katsir Al Qurosyi, Daaruth Thoyyibah (Maktabah Syamilah)
- Wujuubu Hifdhul-lisaan, Abu Ibrahim Muhammad bin Abdul Wahhab Al Washobi
Langganan:
Postingan (Atom)
RSS Feed
Twitter



















